logo
Tayang Setiap : Jumat pk 21.30 WIB
Tayang ulang : Minggu pk 15.30 WIB

Kamis, 11 Maret 2010 00:00:00 Wib    About Kick Andy | Mobile Web | Contact

Kickandy On : Youtube Facebook Twitter

  • Home
  • The Show
  • Foundation
  • Andy`s Friend
  • Andy`s Corner
  • Store
  • Andy`s Fan
  • Partner
Login | Register
Artikel Sebelumnya
  • Kamis, 03 Desember 2009 13:05:00 Wib
    Mahfudman
  • Jumat, 22 Mei 2009 21:56:00 Wib
    Limun
  • Selasa, 17 Februari 2009 11:01:00 Wib
    Kok Nggak Bangga Sih ?
  • Rabu, 31 Desember 2008 14:57:00 Wib
    Kuning Telor Asin Yang Tidak Asin
  • Rabu, 19 Nopember 2008 21:19:00 Wib
    Luwes Yang Disiplin
Andy's Corner
Senin, 08 Mar 2010 08:36:00 Wib
3 Idiots
Air mata saya tak terbendung lagi. Adegan itu sungguh menyentuh dan menggetarkan hati. Tak terbayangkan sebelumnya bahwa ayah Farhan bisa berubah drastis dan menyetujui pilihan anaknya untuk menjadi fotografer.
1384 dibaca
Polling

Mayoritas anggota DPR sepakat ada penyimpangan dalam kasus Bank Century. Sementara Presiden tetap mengatakan tidak ada penyimpangan. Menurut Anda?

 Tidak ada penyimpangan
 Ada penyimpangan
 Ragu - Ragu
sukma


Kick Andy Foundation
Ingin membantu bagi mereka yang membutuhkan


sukma

sukma
Friend`s
Senin, 08 Februari 2010 16:15:00 Wib
Pop Corn-Ku
By : Handito Joewono
kick andy“…Galang Rambu Anarki anakku....lahir awal Januari menjelang Pemilu …. galang rambu anarki dengarlah ....” terdengar lantang dinyanyikan oleh Iwan Fals di program Kick Andy awal Februari ketika saat bersamaan tanpa saya tahu sebab musababnya masuk sms dari kawan saya di handphone bertuliskan ”....Hanya mau bilang saja kalo Gemar Produk Indonesia musti kita gerakkan lagi...”. SMS kawan saya tadi membangunkan nostalgia pada program bersama Gemar Produk Indonesia yang saya koordinir di KADIN bersama tim beberapa tahun lalu.

Provokasi dobel lagu Iwan Fals dan sms tadi mendorong saya untuk menuliskan artikel ini. Sambil mengetik di komputer, satu stoples pop corn menemani saya. Loh kok malah mempromosikan ”pop corn” yang bukan produk Indonesia?

Isyu seputar perdagangan bebas yang akhir-akhir ini kembali marak telah mengusik kesadaran kita akan perlunya memberi perhatian pada produk lokal. Mendorong kegemaran pada produk Indonesia merupakan salah satu jawabnya. Tetapi apakah ”pop corn” yang menemani saya menyusun tulisan ini termasuk produk Indonesia?

Idealnya produk Indonesia yang kita dorong untuk lebih banyak digunakan adalah produk yang diproduksi di Indonesia oleh tenaga kerja Indonesia dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari Indonesia dan jangan lupa bermerek Indonesia dan kalau bisa perusahaannya dipunyai oleh orang Indonesia.

Bolehkah kita menggunakan bahan baku impor atau unsur impor lainnya? Kalau pertanyaannya antara boleh dan tidak boleh, tentu saja jawabannya: ”...ya boleh-boleh saja....” Di era perdagangan bebas yang melanda dunia seperti sekarang ini, pasokan dari seluruh penjuru dunia memberi makna positif dan negatif.

Dari sudut pandang konsumen, perdagangan bebas berarti tersedianya lebih banyak pilihan produk dengan variasi kualitas dan harga. Perdagangan bebas juga menambah pasar produk Indonesia di luar negeri, tetapi juga sekaligus berdampak membanjirnya produk impor di pasar domestik. Dengan posisi kontradiktif seperti itu, memang tidak mudah menyimpulkan apakah perdagangan bebas lebih menguntungkan atau merugikan.

Sembari kita persilahkan pihak-pihak yang berkompeten untuk mengambil kebijakan terbaik, tidak ada salahnya kita sebagai anggota masyarakat Indonesia memberi perhatian lebih besar pada produk Indonesia. Tanpa perlu membangun sentimen negatif pada produk impor atau produk asing, kita bisa menunjukkan kecintaan dan kepedulian pada Indonesia dengan lebih banyak menggunakan produk Indonesia.

Setelah terprovokasi Iwan Fals dan sms tadi, saya ikut tergerak untuk menunjukkan kegemaran pada produk Indonesia sebelum memulai menuliskan artikel ini. Saya ke ruang makan mencari cemilan. Saya menemukan pisang yang produk Indonesia karena ditanam disini, meskipun bisa jadi asal-usulnya dahulu kala dibawa orang luar negeri ke Indonesia. Saya coba cari produk Indonesia lainnya yang biasanya selalu tersedia di ruang makan kami, tetapi ternyata ’laku keras’ dan sedang habis.

Yang masih ada di meja makan adalah pop corn. Loh menulis tentang produk Indonesia kok ditemani produk impor? Untung masih ada alasan untuk ‘ngeles’, karena pop corn yang menemani saya malam ini diolah dan dikemas di Indonesia oleh orang Indonesia seperti terlihat di labelnya meskipun nama, asal-usul dan bahan bakunya berasal dari luar negeri.

Mendorong penggunaan produk Indonesia memang tidaklah harus ekstrim, karena kalau terlalu ideal bisa jadi malah tidak pernah memulai. Rasanya lebih baik kita mulai apa saja yang bisa dilakukan dengan niat menggunakan lebih banyak produk Indonesia.

Lewat tengah malam, stoples pop corn yang tadinya penuh sekarang tinggal berisi separoh. Daripada merasa ‘berdosa’ karena mengkonsumsi setengah stoples produk impor, lebih baik saya melihat dari sudut pandang bahwa pop corn tadi adalah produk dalam negeri yang dihasilkan oleh anak-anak negeri dengan bahan baku asal luar negeri.

Memang kurang afdol kalau tidak beneran 100 persen produk asli dalam negeri. Agar lebih afdol, kita lanjutkan saja menyanyi lagu karya anak Indonesia Iwan Fals ”... Galang Rambu Anarki dengarlah ...terompet tahun baru menyambutmu...” Kita sambut karyamu sembari terus menggemari produk Indonesia.

Betul nggak?

Jakarta, 6 Februari 2010
Handito Joewono
Chairman Branding Indonesia
handito@joewono.me

Share Kick
803 dibaca



Kommentar Anda :

Aturan Posting Kommentar :

Seluruh layanan yang diberikan mengikuti aturan yang berlaku dan ditetapkan oleh kickandy.com.

Pasal Sanggahan :

kickandy.com tidak bertanggung-jawab atas tidak tersampaikannya data/informasi yang disampaikan oleh pembaca melalui berbagai jenis saluran komunikasi (e-mail, sms, online form) karena faktor kesalahan teknis yang tidak diduga-duga sebelumnya.

kickandy.com berhak untuk memuat , tidak memuat, mengedit, dan/atau menghapus data/informasi yang disampaikan oleh pembaca.

Data dan/atau informasi yang tersedia di kickandy.com hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun transaksi lainnya.



Jumat, 05 Maret 2010 18:48:26 Wib
Karsiti : Sebuah Dilema...
Setuju sekali,untuk dijadikan topik di kick Andy,karena sangat relevan, dengan kondisi saat ini. Konsumen menginginkan sebuah produk dengan kualitas bagus tapi harga murah.
Selasa, 02 Maret 2010 14:27:23 Wib
jone : sdsdkj
NHL Jerseys

Anaheim Ducks jerseys

Atlanta Thrashers jerseys

Blue Jackets jerseys

Boston Bruins jerseys

Buffalo Sabres jerseys

Calgary Flames jerseys

Carolina Hurricanes jerseys

Chicago Blackhawks jerseys

Dallas Stars jerseys

Detroit Red Wings jerseys

Edmonton Oilers jerseys

Los Angeles Kings jerseys

Minnesota Wild jerseys

Montreal canadiens jerseys

New Jersey Devils jerseys

New York Islands jerseys

New York Rangers jerseys

Ottawa Senators jerseys

Philadelphia Flyers jerseys

Phoenix Coyotes jerseys

Pittsburgh Penguins jerseys

San Jose Sharks jerseys

Tampa Bay Lightning jerseys

Toronto Maple Leafs jerseys

Vancouver Canucks jerseys

Washington Capitals jerseys

Winnipeg Jets jerseys

NHL Youth Jerseys

NHL Woman Jerseys

Olympics Jerseys

2009 ALL STAR Jerseys

mbt shoes
mbts shoes
mbt shoes on sale
mbt shoes sale
mbt shoes for sale
mbt shoes cheap
cheap mbt shoes
mbt anti shoes
mbt healthy shoes
mbt sport shoes
mbt shoes uk
mbt walking shoes
mbt shoes review
mbt shoes clearance
swissmasai shoes
mbt anti cellulite shoes
mbt m.walk shoes
mbt Chap shoes
mbt lami shoes
xiong
Senin, 01 Maret 2010 08:53:11 Wib
satriajati : dilema sapi lokal vs sapi australi
yang diutarakan bapak sama dengan dilema sapi lokal (peternak rakyat) vs sapi BX (importir sapi). disatu pihak sapi lokal ingin berkembang menciptakan usaha yang berkelanjutan dilain pihak importir sapi BX (brahman cross) mendatangkan sapi besar-besaran dg harga murah... memang import sapi dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dading nasional, tp kalau membabi buta, lama kelamaan matilah peternak rakyat ini...
disini diperlukan kebijakan dan program pemerintah yang mendukung peternak rakyat sebagai stakeholder lokal...
saya rasa topik ini layak dibahas di Kick Andy...
CINTA INDONESIA!!!!
Kamis, 18 Februari 2010 17:54:28 Wib
Daviq : Setuju
Hahaha :D
Saya sangat setuju dengan mbk Cikal, peran / dukungan dari pemerintah juga ga kalah penting dengan SDM yang kita miliki (bagaimana bisa kita menciptakan ke-originalitas bila proses pembentukan hak paten sulit u/ direalisasikan?? (mungkin krn kurang sosialisasi aja y??)kemudian juga kurangnya apresiasi pemerintah u/ masyarakat jg saya masih kurang (silahkan dipikir sendiri, apresiasi apa yang saya maksud)

Ok??
Senin, 15 Februari 2010 10:44:27 Wib
cikal : \"hayo\"
ya memang harus kita lanjutkan dg cinta produk indonesia. dan harus dimulai dg diri sendiri. tapi lbh bagus lagi para pemimpin dan pejabat harus memberi contoh.....
Rabu, 10 Februari 2010 07:43:57 Wib
Rudy : just comment
Contoh tambahan, Kami pernah 3 tahun magang di Jepang ikut program Depnaker - IMM Japan, dan sejak tahun 90an, pemuda Indonesia merakit dan membuat banyak barang seperti elektronik, sparepart, dll yang diberi label "Made In Japan"
Kami sering tertawa bila ada orang yang sangat memuji orang Jepang, karena pemuda Jepang saat ini justru kalah bersaing dengan pemuda Indonesia dalam hal teknik industri, terbukti dengan karyawan perusahaan kami yang kebanyakan usia 40 tahun keatas.
Jadi membeli produk Made In Japan sesungguhnya sama saja artinya dengan "Made by Indonesian"
Partners :
©2009 Enterprise All Rights Reserved