Bagaimana rasanya memiliki organ dalam tubuh saudara, anak, ibu atau ayah kandung, atau justru milik orang lain yang tidak diketahui jati dirinya sama sekali? Apakah jika ada saudara, teman atau orang lain yang Anda kasihi membutuhkan salah satu organ tubuh Anda
Jangan pernah bilang kalau perkembangan kreatifitas dan inovasi anak negeri di bidang teknologi informatika jauh ketinggalan dibanding sumber daya manusia dari negara lain, di hadapan para narasumber Kick Andy episode ini.
Kadang kita tak habis mengerti tentang apa yang ingin dicari lagi manusia di dunia ini. Padahal dengan jabatan dan profesi yang telah dimiliki atau diraih, mereka bisa dengan mudah mendapatkannya.
Komisaris Jendral Susno Duadji hadir di studio dengan pakaian atas putih dan celana berwarna coklat, yang dibalut jaket dinas kepolisian, lengkap dengan name tag dan tiga bintangnya.
Adagium yang berkata lebih baik melepaskan 1000 orang bersalah, daripada menahan atau memenjarakan satu orang tidak bersalah, sepertinya tidak terlalu “laku” di dunia peradilan Indonesia.
Penulis : Randy Pausch Penerbit : Ufuk Press Ukuran : 13 x 17 cm, 314 halaman Harga : Rp. 59.900
Sebagian dari anda mungkin sudah membaca buku The Last Lecture, atau mungkin hanya melihat rekamannya melalui video di youtube. The Last Lecture bukanlah kuliah yang biasa, tapi kuliah luar biasa dari seorang profesor yang juga luar biasa.
Randy Pausch, adalah seorang profesor ilmu komputer di Carnegie Mellon. Lantas, apa hebatnya Randy? Randy divonis terkena kanker pankreas, dan waktunya bahkan tidak lama lagi, dokter bahkan mengatakan kalau waktunya mungkin hanya tinggal hitungan bulan. Ada banyak orang yang juga terkena kanker pankreas. Tetapi, apa yang anda lakukan saat anda berada dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan dalam hidup anda? Apa yang dilakukan untuk membalik situasi itu bukan hanya menjadi lebih baik, tetapi juga menjadi lebih berguna untuk anda, dan untuk orang lain. Itulah yang dilakukan oleh Randy, dan itulah hebatnya Randy.
Adalah sebuah kebiasaan di Carnegie Mellon (dan banyak universitas lain tentunya) bagi para profesornya menyampaikan kuliah terakhir mereka. Kali ini giliran Randy. Saat kuliah terakhir, para peserta kuliah diajak untuk memikirkan pertanyaan yang sama, yaitu "kearifan apa yang akan kita tanamkan kepada dunia jika kita tahu ini kesempatan terakhir kita? Jika kita harus mati besok, apa yang kita inginkan sebagai pusaka atau warisan kita?"
Kuliah terakhir yang disampaikan Randy tidak bicara tentang kematian, sebaliknya justru tentang kehidupan dan harapan, tentang MIMPI MASA KECIL. What is your childhood dream? then, make it real...
Kuliah terakhir Randy berjudul "Really Achieving Your Childhood Dream" . Inilah yang kemudian mengubah seluruh sisi kehidupannya dan memberi dampak positif terhadap hadirin yang mendengarkannya. Lalu apa sebenarnya isi kuliahnya?
Randy menceritakan apa saja mimpi-mimpi masa kecilnya, mulai dari mendapatkan boneka beruang paling besar di pasar malam, menjadi salah satu designer animasi walt disney (walt disney imagineering), merasakan berada di ruang hampa, menulis artikel untuk World Encyclopedia, bermain untuk NFL (National Football League), dan menjadi Captain Kirk dalam film Star Trek. Hebatnya, hamper semua mimpi masa kecil itu menjadi kenyataan dengan keunikan caranya masing-masing.
Bagi sebagian orang, mungkin mimpi-mimpi itu hanyalah mimpi "kecil". Tapi kemudian justru mimpi-mimpi itulah yang mengubah kehidupan Randy, menjadikannya manusia yang berbeda. Bagaimana ia berusaha untuk membantu setiap orang yang dikenalnya (minimal adalah para mahasiswanya) untuk dapat merealisasikan mimpi-mimpi masa kecil mereka, serta bagaimana kita dapat memaknai hidup bila kita tahu kalau kita hanya punya sedikit kesempatan, dan kesempatan itu akan segera habis.
"If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you." Itulah salah satu pesan dari Randy, dan itulah keyakinan yang terus menuntun Randy hingga akhir hidupnya.
Kuliah terakhir Randy sangat fenomenal. Bukan karena yang menyampaikannya adalah seorang yang sedang sekarat akibat kanker, tapi karena apa yang disampaikannya benar-benar menginspirasi. Rekaman kuliah terakhir ini dengan cepat beredar di youtube , kemudian juga dibukukan. Dan telah menginspirasi banyak orang yang menonton ataupun membaca bukunya.
Randy sendiri merekam kuliah terakhirnya tersebut bukan untuk sebuah kenangan semata-mata. Tetapi untuk ketiga anaknya, Dylan (6 tahun), Logan (3 tahun) dan Chloe (18 bulan). Randy sangat tahu bahwa kelak, ketiga anak-anaknya mungkin tidak akan ingat dengan jelas seperti apa sosok ayahnya. Mereka hanya akan mengenal ayahnya melalui foto dan cerita. Yang diinginkan Randi adalah agar kelak anak-anaknya bukan hanya mengenangnya (melalui rekaman kuliah terakhir itu), tapi juga yakin bahwa ayah mereka selalu mencintai mereka. Melalui rekaman kuliah terakhir tersebut, Randy ingin mengajarkan pada anak-anaknya, “how to live this life through achieving your childhood dreams”.
Rekaman kuliah itu memang sengaja dibuat oleh Randy untuk ketiga anaknya. Ia sudah tidak punya cukup waktu untuk ikut mendampingi ketiga anaknya tumbuh besar. Pelajaran dalam kuliah terakhirnya adalah pelajaran tentang kehidupan yang ingin ia wariskan pada anak-anaknya. Warisan yang tidak akan habis, sebagai pengganti waktu yang tidak akan pernah ia dapatkan untuk menemani mereka tumbuh dewasa.
Randy memberikan kuliah terakhirnya pada 18 September, 2007. Dan Jumat, 25 July 2008 yang lalu, Prof. Randy Pausch, akhirnya dikalahan oleh penyakitnya. Tetapi, Randy telah meninggalkan warisan yang besar, bukan hanya untuk anak-anaknya tetapi juga untuk semua orang yang mengenalnya (meski hanya melalui buku dan rekaman kuliah terakhirnya), tentang bagaimana memaknai hidup dan kehidupan, bagaimana membuat mimpi menjadi nyata, dan pelajaran tentang harapan.
“Brickwalls are there for a reason. They give us a chance to show how badly we want something. Only those who want it so badly can scale that brickwall., …Experience is what you get when you didn't get what you wanted” (Randy Pausch, 2007)
Membaca resensinya sangat meninspirasi. Saya belum punya bukunya, tapi saya pasti akan baca. Anda juga semestinya juga baca! Gimana caranya? "Ada keinginan pasti ada jalan!!!" OK.
Selasa, 16 Februari 2010 13:26:47 Wib
RIsandi : the last lecture
buku yang bagus,..
sangat menginspirasi
Rabu, 10 Februari 2010 22:11:58 Wib
ulin : diskon
kalau beli buku itu via kickandy bisa dapat diskon gak ya?
Selasa, 09 Februari 2010 08:22:56 Wib
hendra : luar biasa
kick andy saya ingin membaca buku the last lecture dimana sya bisa mendapatkannya???
Sabtu, 30 Januari 2010 00:37:24 Wib
Acep Kusmayadi : The Last Lecture
"If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you."
Sabtu, 30 Januari 2010 00:37:24 Wib
Acep Kusmayadi : The Last Lecture
"If you lead your life the right way, the karma will take care of itself. The dreams will come to you."
Sabtu, 30 Januari 2010 00:13:38 Wib
Juanto Sitohang : Trully Motivating
Buku yg sangat inspiratif. Orang yg mapan dengan keluarga yg bahagia yg tau berapa lama lagi umur hidupnya tp bisa memotivasi kita. "Head fake" mengajarkan kita makna dibalik fakta. "The brickwall" mengajarkan kita utk selalu bersemangat. May your soul peace in heaven Mr. Randy...
Rabu, 27 Januari 2010 05:17:27 Wib
Sry Handini Puteri : wow
sangat menginspirasi....
membuat saya tidak ingin menyia - nyiakan waktu dan ingin memanfaatkannya dengan sangat baik untuk meraih cita - cita....
Sabtu, 23 Januari 2010 16:31:07 Wib
iFa : keren
membangkitkan motivasi dan semangat hidup! ! :D
Senin, 18 Januari 2010 10:14:24 Wib
miranti banyubumi : amazing
benar2,buku yg luar biasa... tidak hanya mengajarkan (tanpa ada kesan menggurui, tapi yg dtimbulkan adlh kesan mengajak) ttg memanfaatkan saat-saat terakhir,tpi jga ttg kehidupan dan arti keluarga. kalo tdk salah,sbnarnya ia tulis buku ini khusus u anak-anaknya,tpi jka dilihat scra umum buku itu jga sgt bermanfaat bagi para pembacanya.